(via rizkarahmanita)
Selamat pagi 24 Mei, maaf aku terlambat menulis untukmu tepat di hari kamis. Mungkin aku terlalu asyik dengan anugrah Allah yang berlimpah ruahnya cinta dari orang-orang yang aku cintai, mungkin juga terlalu asyik memikirkan apa yang hendak aku tulis disini untukmu.
Selamat bertemu ke- 22 kalinya 24mei, aku senang masih bertemu denganmu di tahun ini. Banyak doa kupanjatkan saat bersamamu 24mei ku. Sebenarnya tidak banyak sih, hanya pengampunan, tapi pengampunan yang banyak dari Allah dan sisanya kupanjatkan syukur.
24mei, sungguh di hari itu aku bahagia. Telah banyak masalah dan cobaan yang kulalui sejak setahun lalu kita bertemu. Telah banyak air mata dan sakit hati yang harus kualami. Sungguh, setia pada doa adalah kunci untuk terus menjadi kuat. “You dont know how strong u are till being strong is the only choice”. Ya, i believe that, dan di hari itu aku rasakan buah manis nya for being strong. (:
24mei, di tahun lalu aku masih terperangkap pada suatu kesalahan, then i’ve moved on. Aku memilih jalanku, jalan yang dibimbing oleh hatiku dan meninggalkan semua salah dan khilaf. Aku kembali pada Allah. Dulu aku merasa orang-orang yang berjalan tanpa menempuh dosa adalah manusia yang sangat beruntung, tapi kemudian aku merasa aku lebih beruntung karena diberi kesempatan kembali kepada kebenaran. Di saat itu, aku sadari bahwa hidup ini akan berakhir, dan hidup di akhirat adalah hidup yang sebenarnya dan kekal. Aku takut, demi Allah aku takut. Berawal dari ketakutan itu, hidupku menjadi lebih baik.
Sampai di pertemuan ku denganmu 24 mei, sungguh aku merasa hebat dan beruntung. Tidak, tidak menyombongkan apa-apa, aku merasa hebat karena dicintai oleh teman-teman yang saleh. Itulah nikmat setelah islam dan iman anugrah dari Allah. Di hari aku meninggalkan kesalahanku untuk selamanya dan berkata “aku adalah manusia beriman” ternyata cobaan yang mendera pun tak mudah. Seperti firman Allah, “Dan di antara manusia ada sebagian yang berkata, ‘Kami beriman kepada Allah’ tetapi apabila disakiti (karena beriman) kepada Allah, dia menganggap cobaan manusia itu sebagai siksaan Allah. Dan jika datang pertolongan dari Tuhannya, niscaya mereka akan berkata, ‘Sesungguhnya kami bersama kamu.’ Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada di dalam dada semua manusia?” (QS. Al-Ankabut: 10)
Sungguh cobaan itu adalah siksa namun memberikan pelajaran. Bahwa cinta itu butuh bukti, cinta itu butuh pengorbanan, dan mempertahankan keimananku adalah cobaan yang membuktikan aku bersungguh mencintai Allah. Hal yang sulit, hal yang sakit menyayat dan hina. Tapi Allah bersamaku, membantuku, dengan rapi Allah menutup aibku dan menguatkan hatiku.
24mei di tahun 2012, lihatlah hadiahku sangat luar biasa. Mimpi yang terwujud setelah betapa sulitnya kudobrak bingkai setan dalam kehidupanku. Ya, inilah cinta yang luar biasa. Sahabat dan cinta yang mengagumkan. Allah memberikan ku ini semua, karena kecintaanku pada-Nya dan balasanya cinta-Nya sungguh luar biasa. Allah mempertemukanku dengan seseorang, tapi menjagaku dengan jarak, ya long distance love. Allah membahasakan cinta ini kepada kami dengan begitu indah. Dan pria tampan ini sungguh luar biasa. Dia memperkenalkan ku dengan banyak hal, mengajakku semakin dekat dengan Allah, menyayangiku apa adanya, sungguh aku tak perlu menjadi apa-apa lagi karena cintanya membuatku cukup menjadi diriku sendiri. Dia mengajariku segalanya, segalanya, lebih dari yang bisa kuungkapkan.
Alhamdulillah aku bertemu dengan kamu lagi 24mei dalam suasana hati yang bahagia dan penuh syukur. Semoga Allah menjaga selalu iman dan cintaku. Proud to be muslimah!
Salam.
